Minggu, 24 Oktober 2010, 14:28

Miqat di Jeddah, Menurut MUI Sah

Jakarta (MCH)--Staf Ahli Kementerian Agama H. Tulus mengatakan, masalah miqat makani dan pemakaian kain ihram oleh jemaah haji Indonesia di bandara King Abdul Azis Jeddah sudah mendapat pengesahan dari Majelis Ulama Indonesia. Karena itu jemaah tidak perlu merasa bahwa ibadah haji dan umrah menyalahi syariat."Sudah ada fatwa MUI tentang kebolehan memulai ihram di bandara King Abdul Aziz Jeddah," kata Tulus kepada pers di Jakarta, baru-baru ini menanggapi pendapat yang menyatakan bahwa, ada kesalahan mendasar dalam pelaksanaan ibadah haji asal Indonesia, khususnya yang terkait masalah starting memakai kain ihram.Pendapat tersebut dilontarkan Ketua Lembaga Dakwah Masjid Cut Meutia, Jakarta, Drs H Hasanuddin di sebuah koran, bahwa ibadah haji yang dilakukan oleh para jamaah haji Indonesia kebanyakan menyalahi ketentuan sunnah Rasulullah. Sebab, Rasulullah menekankan pemakaian kain ihram harus dimulai dari miqat, sesuai Qarnul Manazil. Menurut Hasanuddin, posisi Qarnul Manazil itu 30 menit sebelum pesawat memasuki Jeddah. "Ini kesalahan paling fatal bagi para jamaah haji asal Indonesia," katanya.Tulus mengungkapkan, Komisi Fatwa MUI beberapa tahun lalu telah mengeluarkan fatwa bahwa, jemaah haji Indonesia baik melalui laut atau udara boleh memulai ihramnya dari Jeddah, tanpa wajib, membayar damSelain itu jemaah haji Indonesia yang akan meneruskan perjalanan lebih dahulu ke Madinah akan memulai ihramnya dari Zulhalaifah (Bir All). Fatwa tersebut memperhatikan bahwa miqat bagi jemaah haji yang datang dari Indonesia adalah masalah ijtihad karena mereka datang tidak melalui salah satu dari miqat yang ditentukan Rasulullah SAW."Tapi bagi yang ingin miqat di Yalamlam, sebaiknya sudah memakai kain ihram sejak dari tanah air, jadi sebelum pesawat mendarat di Jeddah tinggal niat saja," kata Tulus. Namun demikian bagi, menurut dia, jemaah boleh saja memulai berpakaian ihram di bandara Jeddah. "Tidak masalah memulai (ihram) di Jeddah," kata mantan Direktur Pembinaan Haji ini. (ks)
Berita Lainnya
Jumat, 4 Oktober 2013, 14:01

Lagi, 2 Jamaah Indonesia Wafat

Kamis, 3 Oktober 2013, 02:38

Rute Bakhutmah ke Kudai lalu Bab Malik Mulai Beroperasi

Kamis, 3 Oktober 2013, 02:20

Dampak Penambahan Kapasitas, Konfigurasi Nomor Maktab di Mina Diubah

Kamis, 3 Oktober 2013, 02:16

11 Kloter Terakhir Akan Meninggalkan Madinah Besok

Kamis, 3 Oktober 2013, 02:09

PPIH Berikan Layanan Terbaik Saat Puncak Haji di Armina