Kamis, 11 Juni 2015, 00:00

Menag: Islam Indonesia Dipandang Dunia Sebagai Islam Damai

Purworejo (Pinmas) - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan paham Islam yang dianut mayoritas masyarakat Indonesia, dipandang dunia sebagai Islam yang penuh kedamaian.

Islam yang berkembang dan dianut oleh mayoritas masyarakat kita, sebuah paham Islam yang tawasuth, tasamuh, itidal, dan tawazun, yang dikenal dunia sebagai paham Islam Ahlussunnah wal Jamaah, dipandang dunia, sebagai Islam yang penuh kedamaian. Sebuah paham Islam yang mampu berjalan dan beriringan dengan demokrasi dan perkembangan zaman, terang Menag saat memberi Tausiyah pada Malam Haflah Akhirussannah dan Khatmil Quran Pondok Pesantren al-Fahham, Purworejo-Jawa Tengah, Rabu (10/06) malam.

Hadir dalam kesempatan tersebut, keluarga besar Bani Dahlan, Kakanwil Kemenag Jateng, Ahmady, Kakanwil Kemenag DIY Nizar, Rois Syuriyah PC NU Kabupaten Purworejo, Habib Hasan Aqil al-Badud, Bupati Purworejo Mahsun Zain, Kakankemenag Kabupaten Purworejo, Kapolres Purworejo, Dandim Purworejo, sejumlah alim ulama, para pengasuh pondok pesantren, para santri dan masyarakat sekitar.

Menag melihat, Islam Indonesia adalah Islam yang khas, terlebih, penyebaran Islam di Indonesia, berbeda dengan penyebaran Islam di Timur Tengah, Eropa, Afrika dan bahkan berbeda dengan daerah Persia dan Asia Selatan. Islam disebarkan di Nusantara, tanpa menumpahkan setetes darah pun. Walisongo saat itu, dalam menyebarkan Islam, menjaga dan memelihara tradisi yang ada, kemudian mengembangkannya dengan memberi nilai-nilai dan ajaran Agama Islam. Dan hasilnya, kita bisa menyaksikan, sebuah Islam khas Indonesia yang luar biasa tambah Menag yang dalam kesempatan tersebut, didampingi istri tercinta, Trisna Willy Lukman Hakim.

Menag berharap, apa yang dilakukan para pendahulu yang mampu menggabungkan antara tradisi khas nusantara dangan ajaran Islam, esensinya, bisa diteruskan. Apa yang telah diwariskan oleh para guru dan pendahulu kita, selayaknya kita jaga dan pelihara. Mungkin ada perbedaan situasi dan kondisi, karena zaman selalu bergerak, terlebih saat ini, adalah era globalisasi, di mana, sekat geografis semakin samar dan tipis. Untuk itu, kita membutuhkan sebuah kreativitas, kreasi baru di dalam memperjuangkan nilai-nilai Islam yang kita yakini, imbuh Menag.

Dalam kesempatan tersebut, Menag yang masuk dalam keluarga besar Bani Dahlan (Keluarga pendiri Ponpes al-Fahham) dari garis Ibu, sangat bersyukur, karena Ponpes Al-Fahham secara kontinue, melaksanakan Haflah Akhirussannah dan Khotmil Quran. Menurutnya, hal itu merupakan bukti bahwa program-program dalam Ponpes berjalan dengan baik, para pengasuh mampu menjaga dan memelihara perjuangan para pendahulu, untuk pro aktif dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama dan keagamaan masyarakat sekitar.

Dan semoga kita diberi kekuatan dan selalu diridhai dalam rangka menjalankan kewajiban kita sebagai khalifatullah dan makhluk di muka bumi ini, harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menag menyerahkan hadiah lomba Hadrah tingkat Kabupaten yang diselenggarakan PC Ansor Kabupaten Purworejo, bekerja sama dengan Ponpes al-Fahham yang memperebutkan Piala Menteri Agama. Menag juga memberikan bantuan secara langsung kepada Ponpes al-Fahham. (G-penk/mkd/mkd)