Sabtu, 18 Oktober 2014, 05:23

Menag: Umar Shihab Sosok Pemikir dan Penulis

Jakarta (Pinmas) - Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, pepatah ini sepertinya sangat relevan untuk menggambarkan sosok pemikir dan penulis Indonesia, Umar Shihab. Beliau adalah putera seorang ulama, pemikir, pemimpin, dan pejuang umat, Abdurrahman Shihab.

Satu sisi terpenting dari seorang Umar Shihab adalah sebagai pemikir dan penulis, demikian dikatakan Menag Lukman Hakim Saifuddin saat memberikan sambutan pada acara Tasyakuran 75 tahun Prof Umar Shihab dan Launching Buku Kapita Selekta Mozaik Islam di Hotel Saripan Pasifik, Jakarta, Jumat (17/10) Malam.

Acara yang dihadiri Keluarga besar Shihab seperti, Alwi Shihab, Quraisy Shihab, Ketua MUI Din Syamsuddin, Mantan Wapres Tri Sutrisno, Mantan Menag Maftuch Basyuni, dan duta-duta besar negara sahabat.

Dalam sambutannya, Menag mengenang sangat bersyukur bisa berinteraksi dengan Umar Shihab kurang lebih 2,5 tahun (1997-1999) saat menjadi anggota DPR RI. Sebagai seorang pejuang yang aktif dalam pergerakan islam melalui Pelajar Islam Indonesia (PII) dan pernah menjabat sebagai ketua HMI Makassar, Pengurus MUI Sulsel hingga menjabat ketua MUI Pusat, menjadikan Umar Shihab mempunyai pengalaman hidup dan interaksi sosial yang cukup luas dan beragam.

Pria pengagum sosok Muhammad Natsir, Buya Hamka, Haji Abubakar Atjeh, Ustad Husain Al Habsyi, KH Abdul Ghaffar Ismail, AR Baswedan, dan Saifuddin Zuhri yang disertai lingkungan pendidikan yang kondusif, telah membentuk sikap intelektual dan menempa jatidirinya sebagai ulama dan ilmuan Islam yang mumpuni.

Seiring dengan itu, lahirnya buku Kapita Selecta Mozaik Islam karya Bapak Umar shihab ini, menurut Menag merupakan oase pemikiran yang menghimpun dan mengajak kita kepada wawasan beragama yang inklusif dan menempatkan persoalan-persoalan ijtihad dan penafsiran keagamaan pada tempat yang sewajarnya.

Buku karya Umar Shihab ini sangat bermanfaat bagi kalangan PTAI, aktivis dakwah dan ormas islam. Selamat milad 75 Tahun Prof Dr Umar Shihab, dan selamat atas peneribitan bukunya, tutur Menag.

Sebelumnya, Prof Dr H Muhammad Galib yang juga dosen UIN Makassar ini menyampaika selayang pandang mengenai sosok Umar Shihab. Beliau berkisah bahwa Umar Shihab merupakan sosok seorang pendidik yang tidak pernah meluluskan mahasiswanya walau sudah berulang-ulang kali mengampu mata kuliahnya, kalau belum bisa. Sehingga beliau mendapat julukan dari mahasiswanya sebagai Dosen killer.

Sikap moderasinya tinggi, baginya perbedaan bukanlah sebagai perpecahan, kata Galib.

Selain itu, Ketua MUI Din Syamsuddin juga memberikan sambutan dan tanggapan mengenai buku tersebut. Bagi pria yang sering disapa Din ini, menyampaikan bahwa buku karya Umar Shihab tersebut mengangkat isu-isu persoalan kontemporer, bunga rampai hingga akhirnya dapat dikatakan sebagai mozaik Islam. Islam dipandang sebagai intentitas satu jalinan temali yang kuat dan sebagai mozaik yang indah.

Prof Umar Shihab ingin membawa perbedaan adalah suatu rahmat, rahmat tidak hanya dalam arti esensi, namun ada pesan (inperatif) yang perlu disikapi dengan rahmah. Pesan yang ingin disampaikan adalah dialog antara kita perlu ditingkatkan, agar terhindar dari pengkafiran dan penyesatan, jelas Din Syamsuddin. (Arief/mkd/mkd)