Jumat, 26 Juli 2013, 22:21

Terjemahkan Nilai Universalitas Al-Qur'an Sebagai Way Of Life

Jakarta (Pinmas) --- Dalam suasana peringatan nuzulul quran ini, marilah kita menerjemahkan nilai-nilai universalitas Al-Quran, nilai-nilai hukum dan kebebasan sebagai way of life bagi setiap individu. Selain itu, jadikan juga sebagai petunjuk bagi kehidupan manusia secara umum sehingga mampu menjadi obor penerang dan pembimbing bagi arah perjalanan bangsa dan negara tercinta ini. Pesan ini disampaikan Menteri Agama Suryadharma Ali ketika memberikan sambutan pada Peringatan Nuzul Quran bersama Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Budiyono di Istana Negara, Jakarta, Jumat (26/07) malam.

Hadir dalam peringatan ini, sejumlah menteri di antaranya Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, para pimpinan lembaga negara, perwakilan para duta besar negara sahabat, serta para pejabat di lingkungan Kementerian Agama. Uraian hikmah Nuzulul Qur'an disampaikan oleh Prof. Dr. Achmad Gunaryo, Kepala Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Setjen Kementerian Agama, dengan tema Kontekstualisasi Al-Qur'an dalam Hukum dan Kebebasan Menag mengatakan bahwa Al-Qur'an sebagai pedoman hidup universal yang diturunkan sebagai rahmatan lil alamin mengajarkan keseimbangan antara kebebasan dan tanggung jawab.

Manusia sebagai makhluk berakal bebas memilih dan bertindak sesuai pilihannya. Namun selaku hamba Allah dan khalifah Allah, setiap manusia sebagai individu bertanggung jawab atas perbuatannya, terang Menag.

Dalam sambutannya, Menag juga menyampaikan tentang pentingnya kejujuran dan kebenaran dalam bertindak. Menurutnya, kejujuran dan kebenaran adalah hal yang sangat penting dalam setiap aktivitas yang kita lakukan, terlebih lagi dalam bereskpresi. Orang yang menjadikan kejujuran dan kebenaran sebagai sikap hidupnya akan menikmati kehidupan yang bahagia. Karena selamanya kejujuran itu mengantarkan pada kebajikan dan kebajikan akan membawa ke surga.

Sungguh kebenaran atau kejujuran itu membawa pada kebajikan dan kebajikan itu mengantarkan ke surga, kata Menag menyampaikan sabda Nabi Muhammad Saw yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Umar. (pinmas)

Berita Lainnya
Kamis, 29 Agustus 2013, 13:44

Pemeluk Agama Yang Baik Akan Jadikan Indonesia Lebih Baik

Jumat, 23 Agustus 2013, 05:45

Menag: Islam Agama Lembut

Senin, 19 Agustus 2013, 14:44

Kemenag Perkuat Kerjasama dengan Komunitas Muslim Thailand Selatan

Jumat, 9 Agustus 2013, 08:01

Ini Pesan Idul Fitri Menteri Agama

Kamis, 8 Agustus 2013, 09:41

Presiden SBY Shalat Id di Istiqlal, Khatib: Idul Fitri Awal Kehidupan Baru